Hikmah dibalik berbagi

Bagi sebagian orang, kata berbagi merupakan kata yang amat sangat dibenci bahkan alergi mendengar kata itu. Tapi tahukah anda ada banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari berbagi. Baik itu berbagi ilmu, harta atau apapun itu.

Pertama : apabila ilmu yang kita miliki, kemudian kita bagikan kepada orang lain, niscaya ilmu kita akan bertambah. Secara logika atau menurut itung-itungan matematika yang merupakan ilmu pasti apabila sesuatu dibagi, maka akan berkurang atau bahkan habis. Tidak demikian halnya apabila dihubungkan dengan ilmu bahasa dan ilmu ikhlas.

Sudah ada jaminan yang menyebutkan apabila kita sering berbagi kebaikan dengan orang lain maka apa yang kita bagikan tidak akan bernilai sia-sia, dengan satu syarat : ikhlas.

Berguru pada laut, yang isinya selalu kita ambil dan ambil dan ambil setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dasawarsa, abad, milenium sampai hitungan waktu yang terbesar dari sejak alam semesta beserta seisinya ini di ciptakan oleh yang Maha Berbagi dan Maha Pemberi. Sumber daya yang terkandung didalamnya tak pernah berkurang atau bahkan habis, malah semakin bermunculan species baru dari sumber daya didalamnya.

Nah, begitu pula halnya dengan konsep berbagi yang diwajibkan oleh agama kita, yaitu zakat. Apabila kita tinjau ma’na secara etimology, zakat berasal dari kata زكا – يزكو yang berarti tumbuh, berkembang. Kalau kita tinjau dari asal kata zakat itu sendiri, secara harfiah kita sudah bisa memahami bahwa apabila kita melakukan atau mengeluarkan zakat maka apa yang kita keluarkan akan tumbuh dan berkembang. Jadi tidak ada dalam sejarah hidup manusia dari sejak zakat ini diwajibkan, ada orang yang jatuh miskin karena mengeluarkan zakat. Kalau ada, silahkan adukan hal ini kepada BAZISNAS :) . Zakat juga bisa berarti kesucian atau kebersihan. Oleh karena itu dengan mengeluarkan zakat selain harta kita menjadi berkah karena disucikan atau dibersihkan juga bisa bertambah, bertambah dan bertambah lagi. Wallahu’alam bishawab.

Nb : saya bukan amil zakat, ustadz, ulama atau kiai. Saya adalah saya yang mencoba menshare sedikit pengetahuan saya yang sudah banyak diketahui oleh orang-orang.

Advertisement

~ by awaytea on April 4, 2008.

One Response to “Hikmah dibalik berbagi”

  1. Setuju…. pisan! Percayalah, ada kenikmatan yang luar biasa ketika kita berbagi apapun dan yang kita bagi itu punya makna yang sangat luar biasa buat orang yang kita bagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.